TujuanGajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa adalah untuk menyatukan Nusantara. Menurut buku Dekonstruksi Pemahaman Pancasila: Gadjah Mada University Press, 2021:86 karya Ilham Yuli Isdianto, setelah Majapahit lahir, visi politik kerajaan tidak seperti gagasan Kertanegara, terutama saat Airlangga tidak menghendaki ekspansi kekuasaan. ADVERTISEMENT.
PerjuanganGajah Mada. Meski sempat berkecil hati lantaran diremehkan dan ditertawakan, Gajah Mada bertekad membuktikan sumpahnya dengan keberanian dan kerja keras. Selama 21 tahun, yakni antara tahun 1336-1357, dirinya melaksanakan misi untuk menyatukan nusantara hingga akhirnya lebih dari 30 wilayah berhasil dikuasai.
GajahMada 3; Sumpah di Manguntur; Langit Kresna Hariadi; Tiga Serangkai, 2017; Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: "Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tañjung Pura, ring Haru, ring Butuni, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa".
HarukiH. Penilaian ku tentang sumpah amukti palapa merupakan sumpah yang sanagat membuktikan persatuan nusantara di akibatkan oleh usaha gajahmada yang ingin membuat majapahit terkenal. Sumpah amukti Palapa di buat oleh Patih Gajah Mada, sumpah itu dijalankan dengan baik olehnya. Semua janji nya ditepati, terbukti dengan kemajuan kerajaan Maja
Sumpahyang diucapkan saat pelantikan Gajah Mada sebagai Mahapatih Majapahit di hadapan Ratu Tribhuana Wijayatunggadewi itu bermakna: "Jika telah menyatukan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikian saya (baru akan) melepaskan puasa."
M6laGy. - Sumpah Palapa atau Amukti Palapa adalah sumpah yang diucapkan oleh Gajah Mada ketika dia hendak dilantik menjadi Mahapatih. Isi Sumpah Palapa yang diucapkan Gajah Mada pada dasarnya menjelaskan pernyataan bahwa dia memberikan batasan dan pantangan pada dirinya sendiri untuk tidak bersenang-senang sebelum berhasil menggapai cita-cita demi negara. Kendati begitu, pemaknaan mengenai isi Sumpah Palapa sendiri masih menuai perbedaan benarkah Sumpah Palapa diucapkan Gajah Mada? Baca juga Makna Sumpah Palapa Sumpah Palapa yang diucapkan Gajah Mada Sumpah Palapa benar diucapkan oleh Gajah Mada ketika dia hendak dilantik sebagai terkait kebenaran Sumpah Palapa yang diucapkan Gajah Mada tertuang dalam Kitab Pararaton. Sebelum menjadi Mahapatih, Gajah Mada merupakan seorang kepala pasukan elite Majapahit yang dikenal dengan nama Bhayangkara. Ketika itu, Majapahit tengah dilanda pemberontakan besar. Salah satunya pemberontakan yang dilakukan oleh Ra Kuti. Akibat pemberontakan ini, raja terpaksa harus mengungsi ke Badander. Namun, pada akhirnya, pemberontakan besar tersebut berhasil diselesaikan oleh Gajah Mada.
SUMPAH Palapa adalah suatu pernyataan atau sumpah yang dikemukakan Gajah Mada pada upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Majapahit, pada 1336 M. Gajah Mada merupakan seorang panglima perang dan tokoh yang sangat berpengaruh pada zaman kerajaan Majapahit. Berdasarkan Buku Siswa SD/MI Kelas IV Tema 5 Pahlawanku 2017 karya Angi St Anggari, pada saat remaja, Gajah Mada merupakan seorang pemuda yang mempunyai keahlian bela diri yang sangat hebat serta berilmu tinggi. Baca juga Ini Bunyi Dasadarma Pramuka dan Tri Satya Beserta Penjelasannya Saat usia 19 tahun, Gajah Mada berhasil menyelamatkan rajanya yang bernama Prabu Jayanegara. Oleh karena kecakapannya, pada 1319, ia diangkat sebagai Patih Kahuripan. Pada 1329, Patih Majapahit, yang bernama Aryo Tadah, menunjuk Gajah Mada untuk menggantikan dirinya. Gajah Mada menolak penunjukan itu karena ingin membuktikan pengabdiannya terlebih dahulu kepada Kerajaan Majapahit, yaitu dengan menghentikan pemberontakan Keta dan Sadeng. Gajah Mada akhirnya diangkat sebagai Patih Majapahit pada 1334, setelah berhasil menaklukkan Keta dan Sadeng. Pada 1336, Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa yaitu janji ia tidak akan memakan buah palapa, sejenis rempah-rempah, bila belum berhasil menguasai pulau-pulau di Nusantara. Pada saat pengangkatan, Gajah Mada mengucapkan sumpah Amukti Palapa yang berbunyi, “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah Gurun, ring Seram, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”. Artinya, setelah tunduk Nusantara, aku akan beristirahat, Setelah tunduk Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, barulah aku beristirahat. Dari isi naskah ini dapat diketahui bahwa pada masa diangkatnya Gajah Mada, sebagian wilayah Nusantara yang disebutkan pada sumpahnya belum dikuasai Majapahit. Sumpah Palapa Gajah Mada mencapai keberhasilannya semasa pemerintahan Hayam Wuruk. Hal itu dibuktikan dengan Majapahit, pada waktu itu, mampu menguasai wilayah-wilayah Nusantara yang meliputi Melayu Sumatra, Tanjungpura Kalimantan, dan Semenanjung Melayu Malaka. Begitu juga dengan wilayah sebelah Timur Jawa dan Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Irian Barat, dan Jawa kecuali Kerajaan Sunda Galuh dan Sunda Pakuan. Berkat keberhasilannya itu, pengaruh Gajah Mada di Majapahit semakin besar. Pengaruhnya juga bisa dikatakan telah melampaui Hayam Wuruk dan anggota SaptaPrabhu yaitu semacam Dewan Pertimbangan Agung yang beranggotakan keluarga Kerajaan Majapahit. Perjuangan Gajah Mada sampai saat ini tetap dikenang. OL-1
bagaimana penilaianmu tentang sumpah amukti palapa dari gajah mada